PENGARUH STIMULASI MENGGUNAKAN DOODLE ART TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK PRASEKOLAH DI TK KHADIJAH 157 ROGOJAMPI BANYUWANGI TAHUN 2025

Authors

  • Hesty Utami Artikel

Abstract

Perkembangan motorik halus adalah kemampuan anak untuk melakukan gerakan tertentu yang menggunakan otot-otot kecil. Terdapat faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik halus anak salah satunya adalah faktor internal dan eksternal. Perkembangan motorik halus anak dapat di stimulasi menggunakan Doodle Art. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan motorik halus anak prasekolah di Tk Khdijah 157 Rogojampi Banyuwangi Tahun 2025 Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif quasi- experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest melibatkan 26 responden dengan total sampling. Skala data berupa rasio menggunakan alat ukur KPSP, Doodle Art diterapkan pada kelompok perlakuan selama 3 kali pertemuan selama 2 minggu, dengan 1 jam tiap sesi. Uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan p=0.000 (p<0.05), artinya data tidak berdistribusi normal, sehingga analisis menggunakan uji Wilcoxon. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10 Februari-22 Februari 2025 dengan nomor KEPK 077/01/KEPK-STIKESBWI/I/2024-2025. Sebelum intervensi, rata-rata kemampuan motorik halus dengan score 1 sejumlah 1.31% standar deviasi 480, nilai minimum 1 dan maksimum 2. Setelah intervensi, rata-rata score motorik halus anak meningkat menjadi 2 standar deviasi 000, nilai minimum 2 dan maksimum 2. Uji Wilcoxon pada kelompok intervensi menunjukkan Z=-4,000 dengan p=0,000 (p<0,05), menunjukkan peningkatan signifikan. Doodle Art berpengaruh signifikan terhadap kemampuan motorik halus anak prasekolah. Metode ini dapat direkomendasikan sebagai terapi komplementer dalam manajemen stimulasi permainan edukatif kesehatan. Diharapkan Doodle Art dapat diterapkan dengan media yang sangat mudah di dapat yang berada pada taman kanak- kanak setempat.

 

Downloads

Published

2026-01-17

Issue

Section

Articles